YOGYAKARTA, MAHASISWA DAN TOKO KOMPUTER
Yogyakarta adalah sebuah provinsi di Indonesia yang diberi hak istimewa dari Negara ini karena pada saat diproklamirkan Negara kesatuan Republik Indonesia, negari yogyakarta bukan termasuk daerah jajahan Belanda. Selain itu yogyakarta adalah kota pelajar, sudah menjadi kebudayaan para orang tua dari daerah seberang untuk menyekolahkan buah hatinya di Yogyakarta atau sebutan singkatnya Jogja.
Salah satu komoditas para niagawan adalah Mahasiswa, Mahasiswa adalah obyek dari bisnis “mereka”. Seorang mahasiswa adalah pangeran bagi keluarganya, sesuatu yang diminta pangeran akan diturutinya agar tidak mengecewakan hatinya. Termasuk sebuah alat tulis indah “Komputer”. Dengan alat ini sebuah mahasiswa akan dihargai oleh seorang dosen, yang tentu karena telah menggunakan alat tulis itu untuk mengerjakan tugas mata kuliah tertentu, bukan karena alat tulis itu indah atau mahalnya alat tersebut.
Sebuah bisnis yang berkaitan dengan alat tersebut menjadi trend pada tahun-tahun ini. Dikarenakan banyaknya permintaan dengan alat tersebut. Sudah banyak sekali central-central ekonomi mulai menawarkan alat tersebut, bahkan menjadikan suatu bazar spesifikasi produk. Sampai detik inipun sebuah pameran yang mempunyai user terbanyak adalah pameran komputer. JEC lah tempat favorit pameran tersebut.
maaf sebelumnya artikel ini saya tulis dengan alat tulis diatas, semoga saudara tahu maksudnya.
Tahukah saudara dengan barang niaga.?
Bensin dibeli Pengecer dengan harga empat ribu lima ratus rupiah per liter, kemudian dijual menjadi lima
ribu rupiah.
Gula pasir dibeli Pengecer dengan harga sembilan ribu lima ratus rupiah per kilogram dijual sepuluh ribu rupiah.
Sepeda Motor jenis Jupiter Z dibeli Pengecer dengan harga sembilan juta sekian-sekian per unit dijual dua belas juta lima ratus ribu rupiah.
Tahukah anda peralatan komputer dan asesorisnya dibeli kemudian dijual, kalau tahu berapa persentase laba dari modalnya.
5%, 10%, 20%, 40%, 80%, 160%, 320%, 640% atau lebih, mungkin seperti hardisk kita persentasenya.
HARGA YANG TINGGI TIDAK AKAN MEMATAHKAN NIAT UNTUK MEMBELI, KARENA KEBUTUHAN UNTUK MEMILIKI ADALAH HAL YANG PRIMER (KATA SISWA SMP).